BUDAYA PENELITIAN DALAM MASYARAKAT

Oleh: Rocky Mahardika <marquee>Mahasiswa Fakultas Dakwah Prodi KPI Asal Palembang </marquee>

Paradigma yang berkembang di kalangan masyarakat kita sekarang adalah dunia penelitian selalu dikaitkan dengan kalangan akademisi atau pendidikan saja. Kalau kita kaji lebih dalam lagi maka hal ini wajar dikarnakan selama ini yang memang aktif serta terjun langsung kedalam dunia penelitian ini adalah mereka yang berperan aktif dalam dunia pendidikan. Baik mereka yang berpropesi guru ataupun sebagai objek pendidikan yaitu mahasiswa. Selain menganggap dunia penelitian selalu di
kaitkan dengan kaum terpelajar saja, rupanya masyarakat kita juga memandang dunia penelitian merupakan dunia yang harus memiliki biaya yang cukup besar serta memakan waktu yang relatif panjang. Sudut pandang ini timbul dikalangan masyarakat kita dikarnakan mereka melihat dari panjang nya rentetan kegiatan penelitian tersebut serta membutuhkan daya keseriusan yang sangat tinggi. Oleh karna itu, dua problematika ini yang menjadi sudut pandang besar mengenai penelitian yang berkembang di masyarakat kita umumnya.

Sebenarnya jikalau kita ingin sedikit saja membuka mata mengenai hakikat pendidikan dan penelitian, dua hal besar ini tidak dapat kita pisahkan satu sama lain. Dikarnakan sebagaimana kita ketahui didalam tri darma perguan tinggi hal pertama yaitu pendidikan dan kemudian hal kedua penelitian dua hal ini selalu berkaitan dan saling melengkapi di dunia akademisi. Akan tetapi, penelitian bisa kita buat lebih murah asalkan dengan catatan
paradigma penelitian itu hal pertama yang menjadi target pencapaian nya yaitu agar dapat mengajarkan kepada semua orang mengenai cara berpikir ilmiah dalam artian dengan adanya penelitian itu sendiri kita diajarakan bagaimana menarik satu kesimpulan dari hasil data yang logis, sesuai dengan tahap kejadian yang sistematis dan juga sesuai dengan metodelogis aturan aturan yang ada. Namun kembalilagi ke masayrakat kita yang sekarang bahwa satu paradigm besar yang berkembang di masyarakat kita umumnya yaitu mereka memandang selama ini penelitian merupakan satu hal yang mahal dan kemudian hanya biasa dilakukan oleh komunitas terpelajar saja, kalau kita berkaca kepada paradigma ini maka secara tidak
langsung telah menciptakan jarak antara penelitian dengan ruang kehidupan masyarakat kita

Sebenarnya satuhal yang sangat-sangat saya takutkan ketika paradigma ini berkembang di masyarakat kita. Selain sulitnya tradisi penelitian ditemukan dikalangan masyarakat, maka akan terciptanya alasan lain mengapa paradigma ini berkembang. Fakta yang sangat mengejutkan bahwa menurut UNESCO system pendidikan Indonesia berada di peringkat 108 dunia dengan skor 0,063. Secara garis besar system pendidikan tanah air masih dibawah palestina, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Singapura. Jikalau kita kaitkan dengan paradigma masyarakat mengenai penelitian, maka factor terbesarnya ada pada rendahnya tingkat pendidikan garis besar menegah kebawah, menimbulkan sistematika pemikiran yang beranggapan bahwa hasil merupakan tujuan utama sedangkan proses sebelum mendapatkan hasil dinomor dua kan.

Padahal didalam dunia penelitian, hasil bukanlah satu hal segalanya dikarnakan mengapa sebagus apapun hasil yang kita peroleh akan tetapi tidak sesuai dengan proses, dalam artian proses yang kita lakukan salah sistematika dari proses tersebut tidak logis dan metodologis maka hasil tidak ada artinya. Selain dari tingkat pendidikan, ada factor lain yang menjadi pendorong budaya penelitian di masyarakat. Ada sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa dikawasan Asia Afrika, hasil penelitian yang
diperoleh para peneliti hanya 20% saja yang di pakai oleh para aparatur pemerintah. Coba kita bayangkan ketika para aparatur pemerintah telah memandang sebelah mata mengenai penelitian, maka secara tidak langsung akan berdampak kepada kelancaran penelitian itu sendiri salah satu contoh kecil saja yaitu di bidang kelancaran dana penelitian, jikalau pemerintah sudah acuh tak acuh terhadap penelitian maka para peneliti akan sulit untuk
mendapatkan dana penelitian. Jadi selain factor pendidikan kebijakan pemerintah juga berdamfak terhadap tingkat budaya penelitian di kalangan masyarakat kita.

Dan sekarang pertanyaan besar dibenak kita semua bagaimana agar timbulnya budaya penelitian dimasyarakat kita? Perlu kita ketahui terlebih dahulu maksud dari budaya penelitian disini adalah budaya masyarakat
yang memiliki budaya berpikir ilmiah. Agar dapat menciptakan ini semua maka kita bisa memanfaatkan kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat kita bisa menempatkan figure yang memang berkompeten dalam bidang penelitian di setiap kelompok sosial masyarakat agar bisa dijadikan bahan refrensi bagi masyarakat. Juga kita bisa mengadakan acara dengan mengundang para pakar penelitian agar dapat kita ambil ilmunya serta pengalamannya didunia penelitian. Tujuan mengapa targetnya lebih kepada kelompok sosial masyarakat dibandingkan individual masyarakat dikarnakan
diharapkan dengan kelompok sosial gerakan penelitian ini mampu dengan cepat dipahami oleh masyarakat dan juga agar dapat lebih memenejem waktu agar tidak terlalu banyak memakan waktu.


Dan pada akhirnya pada para peneliti mudalah kita menaruh harapan besar agar sebuah penelitian tidak lagi menjadi hal tabu bagi masyarakat kita akan tetapi masyarakat kita dapat hidup berdampingan dengan sebuah penelitian. Maka sudah saat nya bagi para peneliti muda kita agar dapat memulai secepat mungkin dan juga bisa sesederhana mungkin dalam sebuah penelitian, karna hal tersebut bisa dibilang pondasi awal agar dapat
membangkitkan budaya masyarakat yang berperan aktif dalam dunia penelitian.

Related posts

Leave a Comment