AKSI JITU PEMUDA NEGARA

Oleh: Lailatul Husni Mahasiswi Fakultas Dakwah Prodi KPI Asal Jember

Tidak selamanya kaum muda menjadi perusuh negara, ada kalanya pemuda mampu membangun serta membangkitkan kobaran semangat yang hampir dipunahkan oleh deretan orang pintar tapi tak berakal sehat. Tanpa pemuda sadari, bahwa negara ini sangat terancam akan segala persoalan, baik persoalan politik, sosial, ekonomi, tidak terkecuali kekayaan alam sendiri.

Hingga detik ini, kekayaan milik jiwa penduduk republik Indonesia dikikis habis oleh orang-orang asing. Rakyat di negara sendiri tak pernah merasakan manisnya kekayaan sendiri, bahkan menyicipinya saja sudah terancam. Mengambil alihpun rasanya sudah tak mungkin, bila kondisi masih pada posisi stagnasi, nasib tanah air akan mati di ditampuk bahu sendiri.

Apakah pemuda sekarang sudah lumpuh pikiran?Atau sudah kehilanga akal sehat? Saya pikir semua itu akan terjadi, jika semuanya hanya diam seperti patung yang tak ada harganya, pemuda yang terperangkap pada posisi zona aman, tentulah pemuda masa kini akan jauh dari sikap toleransi, atau peduli dengan negeri. Sebab pemuda yang pandai membaca alam sekitar, peka terhadap keadaan, akan terlahir sebagai pejuang untuk memberantas setiap inti masalah secara komprehensif.

Pada pernyataan Najwa Shihab yang mengatakan, “Buat apa wilayah seluas sabang sampai merauke, jika pemudanya kehilangan idealisme?”. Jika pemuda hanya memikirkan kekuasaan dan kesenangan semata, maka semuanya akan rusak, terutama bangsanya yang tinggal menunggu kehancuran yang telah di rencanakan secara sempurna serta tertata rapi oleh orang asing.

Sayangnya hal ini tidak disadari oleh penduduk pribumi secara mendalam, begitu pula bila pemuda terus saja memikirkan dan mengkonsep perencanaan yang akan dilakukan, maka masalah yang dihadapi, akan terpangkas sedikit demi sedikit melalui tim generasi muda.

Perkembangan sebuah bangsa dan kemajuan negara dilihat dari pemimpin dan generasinya. Jika seorang pemimpin mampu mengkondisikan keadaan, jujur serta adil dalam bertindak dan mengambil keputusan sesuai visi bersama, maka suatu negeri akan beranjak pada masa jayanya.

Namun, apabila pemimpin serta generasi negeri tersebut terpontang-panting, tak berarah maka sangat kecil harapan negeri tersebut akan membangun peradaban dan kejayaan. Pemuda bukan seorang yang hanya pintar menguasai teori tapi juga harus berani melakukan suatu tindakan atas kebenaran. Memang tidak mudah, namun itulah yang sedang menjadi PR bersama untuk diperjuangkan. Karena kebenaran takan pernah terungkap jika hanya ada dikatakan secara lisan, tapi kebenaran akan bicara melalui tindakan.

Dengan pemuda yang pantang menyerah, negara akan bangkit lagi seperti sedia kala. Dimana para pahlawan yang merelakan darah sucinya tertumpah hanya karena kesetiaan dan kecintaannya kepada bangsa dan negara. Jasa yang mereka korbankan tak akan pernah hilang dalam sejarah. Berkaca ada jasa para pahlawan, mampu mengobarkan semangat demi memperjuangkan negara yang sedang terancam. Tak butuh pemuda yang pintar secara materi saja, tak butuh pemuda yang banyak bicara, tapi negara butuh pemuda yang memiliki potensi dalam bertindak, memiliki semangat baja dan tak pernah putus asa sebelum mencoba. “Kepada kaum pemuda kita menitip masa depan, jangan biarkan jiwa mereka hangus oleh ego dan dendam” (Najwa Shihab), sebab negara membutuhkan pemuda yang genius semangat baja serta solidaritas yang kuat, dan kekuatan itu dapat dilihat dari cinta yang begitu mendalam.

Related posts

Leave a Comment